Sabtu, 19 Februari 2022

 

MEMBANGUN KOMITMEN BERSAMA DAN KESADARAN DIRI  DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU LULUSAN  SMK NEGERI 1 PETANG

Oleh:  I Wayan Mustika, S.Pd.,M.Pd

Kepala SMK Negeri 1 Petang

 

A.      Pendahuluan

  Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Misi Pendidikan nasional adalah mewujudkan sistem dan iklim serta ekosistem pendidikan nasional yang demokratis dan berkualitas untuk membentuk akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Capaian Peningkatan Mutu Pendidikan  sekolah ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam memberdayakan staf pengajar dan anggota komunitasnya secara keseluruhan. Tujuan penulisan  ini untuk mengetahui tentang langkah-langkah yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru menuju pembelajaran abad 21 serta kendala-kendalanya dalam meningkatkan mutu lulusan.   Penulisan ini menggunakan teknik analisa data, yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan. Hasilnya terhadap kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru   dan mutu lulusan berkualitas.  Seraya potensi alam disekitar sekolah sangat mendukung pengembangan bidang pertanian dalam berinovasi dan berkreativitas .

B.    Visi yang selama ini dipakai saat memimpin sebagai kepala sekolah

 

Sesuai Visi SMK Negeri 1 Petang adalah mencetak tenaga kerja tingkat menengah di bidang keahlian agribisnis dan agroteknologi yang kompetitif, inovatif dan entrepreneurship berbasis pariwisata  berlandaskan Tri Hita Karana menuju keterampilan abad-21. Visi ini sangat mulia yaitu  memuliakan alam semesta  beserta isinya dari hulu ke  hilir yang holistik secara  utuh dan komprehensif seiring perkembangan teknologi  komunikasi dan informatika.  sehingga wajib menyiapkan generasi muda yang mampu menangkap peluang sekaligus menghadapi tantangan. Kerja keras Kepala Sekolah mewujudkan visi ini tidak mudah seperti menengadahkan telapak tangan. Dari segi mutu lulusan yakni menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang keahlian Agribisnis dan Agroteknologi minimal memiliki kemampuan antara lain : (1)  Critical Thinking (berpikir kritis), (2) Collaboration (kemampuan bekerja sama dengan baik), (3) Communication (kemampuan berkomunikasi), dan (4) Creativity (kreatifitas). Sedangkan salah satu misi SMK Negeri 1 Petang   adalah meningkatkan kuantitas lulusan untuk berwirausaha dan mampu bersaing global.

 

C.  Prinsip dan Kerangka Berpikir  yang dimiliki saat dihadapkan dengan tantangan berat

Kerangka berpikir dan prinsip saat dihadapkan dengan tantangan berat adalah   bermula dari hasil analisis evaluasi diri SMK Negeri 1 Petang   selama setahun terakhir masih berada dibawah Standar Nasional Pendidikan (SNP).  Hasil EDS tersebut akan dipakai acuan untuk menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS).    Meskipun RKS telah tersusun, akan tetapi tidak digunakan secara optimal untuk memperbaiki mutu pendidikan, bahkan belum optimal dilakukan  evaluasi dan monitoring atas pelaksanaan perbaikan mutu yang telah dilaksanakan secara sistematis   secara berkelanjutan. Hal ini menjadi prinsip dan tantangan berat dalam pengembangan kepemimpinan kepala sekolah.

Tahap awal yang akan dilakukan Kepala SMK Negeri 1 Petang menganalisis bagaimana sistem penjaminan mutu internal sekolah dibangun dengan komitmen bersama dalam kesadaran diri dan efektifitasnya bagi peningkatan mutu yang telah dilakukan.  Data awal (input)  sebagai    sumber data tersebut secara kongkrit menunjukkan capaian kesesuaian implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (PMPS) di SMK Negeri 1 Petang   belum optimal. Hal ini disebabkan ada beberapa faktor antara lain : (1)  ketertarikan lulusan SMP  melanjutkan SMK  bidang  pertanian masih relatif rendah ; (2) Image sebagian masyarakat petani adalah kotor, jorok, kumuh; (3) Lulusan SMK  pertanian kembali menjadi petani kelen tidak merubah taraf kehidupan ekonominya; (5) Masih sulitnya pemasaran hasil produksi pertanian. Hal ini merupakan tantangan luar biasa bagi kepemimpinan kepala sekolah, namun berbekal dari pikiran yang positif dan penuh keyakinan niscaya sesuatu perubahan minset dapat tercipta dan berkolaborasi kuat dengan lingkungan disekitar sekolah.

Dengan menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi yang terpercaya dan valid mengenai hasil kebijakan secara formal disosilisasikan sebagai tujuan program kebijakan.   Hasil analisis akan menjadi masukan bagi pengembangan model penjaminan mutu internal dengan menggunakan konsep dan prinsip langkah-langkah      dengan menggunakan  analisis  Model Interaktif   dari  Miles dan Huberrman.

Mutu lulusan SMK memiliki  standar lulusan  diharapkan kompeten dibidang keahlian agribisnis dan agroteknologi  dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yakni lulusan SMK Negeri 1  Petang  yaitu BMW  (bekerja, melanjutkan, wirausaha)  memiliki  softskill dan hardskill yang seimbang paling  utama adalah sikap karakter,       dimana kurikulum  disusun bersama DUDI  dan siswa memiliki kompetensi lulusan yaitu  aku bisa apa, aku mampu apa, bukan ini ijazahku tolong diterima di DUDIKA.     

D.    Pengalaman Pribadi Tantangan Dalam Menjalin Hubungan Dengan DUDIKA

Pengalaman pribadi berupa tantangan, tetap menjaga dan merawat komitmen bersama  keluarga besar SMK Negeri 1 Petang sudah melaksanakan  program  link and match  dengan DUDIKA sejak tahun 2019 yaitu  program unggulan ATPH yaitu lemon california dan program unggulan APHP Roti yang terlibat semua warga sekolah. Kerjasama SEAMEO BIOTROP dan DUDI (plagro.id, sayur box, Petani Muda Keren ( PMK) DUDIKA sedangkan Kompetensi Keahlian  APHP yaitu DUDI  CV Pelangi. Pengelolaan seluruhnya  disekolah yaitu pada unit produksi dan jasa (UPJ)  dan technopark SMK Negeri 1 Petang.  


 

 

Tantangan yang dihadapi sekolah antara lain : (1) Kurangnya ruangan seperti ruang packing house, ruang bengkel alat pertanian, ruang untuk pabrik roti yang standar industri agar bisa memperoleh PIRT dan BPOM ; (2) Kekurangan lahan untuk pengembangan perluasan tanam lemon california, (3) Kekurangan bangunan kompos di lahan (rumah kompos) sebagai pendukung sarana produksi lemon california.

E.  Strategi Aksi Pengembangan   SMK Negeri 1 Petang

Strategi Kepala  SMK Negeri 1 Petang  sesuai dengan visi dan misi antara lain : (1) melakukan perubahan mindset masyarakat tentang pertanian; (2)  membentuk komunitas petani muda milenial berwawasan lingkungan; (3)  menjaga ketahanan kedaulatan pangan dan peduli dengan pertanian; (4)  melakukan koordinasi efektif dengan steakholder ( Kemendikbud dan Kementan);  (5) meningkatkan  hubungan kerjasama  dengan DUDIKA ;    (6) pembangunan kebun  buah unggulan secara intensif dan produk turunannya sebagai teaching factory / industry ; (7) menanamkan jiwa kewirausahaan generasi muda kren ; (8)  pelatihan teknik-teknik pemasaran modern melalui pelatihan e-marketing barang dan jasa.

Dampak aksi komitmen, kesadaran diri, kemandirian dan berkelanjutan dan harapan kedepan secara berkelanjutan hasil produksi pertanian memberikan layanan kepada masyarakat luas secara terintegrasi. Dampak terhadap evaluasi implementasi penjaminan mutu pendidikan sekolah di SMK Negeri 1 Petang  sebagai berikut:  (1) Proses  pembelajaran berlangsung sesuai dengan standar; (2) Pengelolaan Manajemen Sekolah sesuai dengan standar;   (3)  Mutu hasil belajar meningkat ; (4) Komitmen, kesadaran diri, kemandirian dan berkelanjutan; (5) Sekolah berbudaya mutu. Harapan besar dukungan dari Disdikpora Provinsi Bali antara lain : (1) Agar dibantu bangunan, karena lahan SMKN 1 Petang sempit, diperlukan kebijakan bangunan bertingkat untuk memaksimalkan ruangan;  (2) Dukungan program pemasaran produk dari teaching factory, berkesempatan melaksanakan pameran di Dinas Dinas Prov. Bali; (3) Dinas terkait dapat mengakomodir produk SMK di dalam satu  sistem market place milik Pemerintah.      Suksesi dan progresivisme  kualitas lulusan dalam 2 - 5 tahun kedepan dimana lulusan SMP berduyun – duyun tak bisa dibendung  bersekolah ke SMK bidang keahlian Agribisnis dan Agroteknologi. Wajib SMK memiliki standar yang baik mampu menyiapkan tenaga terampil, tangguh, mampu bersaing global.   Kepala Sekolah memiliki sentuhan jiwa   yang kuat dan  penuh keberanian mencari jodoh – jodoh  industri sektor pendidikan pertanian sehingga SMK pertanian semakin kuat, menguatkan Indonesia.

 

Profil Penulis

Penulis bernama I Wayan Mustika, S.Pd.,M.Pd  akrab disapa Yanmus Lahir di Badung, 25 Oktober 1966 dari pasangan  I Nyoman Meregan dan Ni Nyoman Gina. Saat ini Penulis berstatus sebagai Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Penulis memiliki motto "Tulislah  apa yang anda dilakukan dan Lakukan apa yang anda tulis ".

Penulis bisa dihubungi di:

Email : yanmustika66@gmail.com

Facebook: https://www.facebook.com/i.mustika.58

Instagram:   yanmustika66

HP/WA: 087851818959

 

BAB  I

 

PENDAHULUAN

A.          Latar  Belakang

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik. Diharapkan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai muatan Kurikulum 2013 dan muatan Pendidikan Kepramukaan dapat bersinergi secara koheren.

Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan Peserta Didik di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar Peserta Didik dapat mengembangkan kepribadian, minat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik.

Model Aktualisasi adalah pola Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar yang kemudian disebut KMD adalah kursus yang diselenggarakan bagi anggota dewasa dan Pramuka Pandega yang akan membina anggota muda di gugus depan. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan yang kemudian disebut KML adalah jenjang pendidikan tertinggi bagi Pembina Pramuka sebagai lanjutan dari KMD. Pramuka Siaga adalah anggota Gerakan Pramuka rentang usia 7 sampai 10 tahun. Pramuka Penggalang adalah anggota Gerakan Pramuka rentang usia 11 sampai 15 tahun. Pramuka Penegak adalah anggota Gerakan Pramuka rentang usia 16 sampai 20 tahun.

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Di Indonesia sendiri penggunaan istilah “Pramuka” baru resmi digunakan pada tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka sejatinya telah ada sejak jaman penjajahan Belanda dengan nama kepanduan.

Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada tanggal 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris. Gagasan organisasi Baden Powell tersebut dalam waktu singkat menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda.

  Sejarah pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961. Peringatan hari Pramuka di peringati pada setiap tanggal 14 Agustus dikarenakan pada tanggal 14 Agustus 1961 adalah hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia dan presiden melantik Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari.

Untuk menanamkan semangat kebangsaan, meningkatkan keterampilan generasi muda, melatih fisik dan mental, serta menumbuhkan jiwa dan semangat sosial pada peserta didik kurang lebih 750 orang di SMK Negeri 1 Denpasar sangat diperlukan diberikan pendidikan kepramukaan dan menindaklanjuti pelaksanaan Kurikulum 2013, kegiatan kepramukaan wajib dilaksanakan di setiap jenjang pendidikan dan menciptakan lulusan yang cerdas serta berkarakter positif dan mampu berdaya saing tinggi.   

             Untuk  mencapai lulusan yang bermutu dalam SPMI,   terintegrasi dan bersinergi  yang kuat dengan kegiatan Kepramukaan berisi perpaduan proses pengembangan nilai sikap dan keterampilan dalam Best Practice  pengembangan pendidikan karakter.    Oleh karena   gerakan mutu merupakan sistem pembiasaan – pembiasan   dan diimplementasikan dalam pembelajaran akan menghasilkan  peserta didik  memiliki keseimbangan kecerdasan  softskill dan hardskill yang baik serta  akhirnya menciptakan budaya mutu sekolah.  Berkaitan dengan Karakter SMK Negeri 1 Denpasar, maka judul Best Practice yang kami pergunakan adalah “Implementasi Mutu Proses Dan Hasil SPMI Untuk  Meningkatkan Motivasi Habituasi Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakuriuler Pramuka Di SMK Negeri 1 Denpasar” Hal ini sangat mulia dan memiliki pemaknaan olah rasa yang sangat tinggi bagi generasi bangsa ini.

 

B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat kami rumusan masalah sebagai berikut

1.     Apa  kegiatan pendidikan Kepramukaan   yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan   pembelajaran di SMK Negeri 1 Denpasar ?

2.     Bagaimana teknik alternatif solusi  dalam pendidikan kepramukaan untuk mengatasi  degreasi moral yang dihadapi  oleh peserta didik  sebagai generasi millenial ?

3.     Bagaimana pencapaian hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan Ekstrakurikuler  Pramuka  di SMK Negeri 1 Denpasar ?

4.      Apa tindak lanjut sikap   yang harus dikembangkan untuk menggerakkan dan mengefektifkan  Ekstrakurikuler  Pramuka  di SMK Negeri 1 Denpasar ?

 

C.Tujuan  Penulisan

Adapun tujuan yang diharapkan dalam penulisan ini sebagai berikut :

1.     Dapat melakukan Kegiatan pendidikan Kepramukaan   yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan   pembelajaran di SMK Negeri 1 Denpasar .

2.     Dapat diterapkan teknik alternatif solusi   dalam pendidikan kepramukaan untuk mengatasi  degreasi moral yang dihadapi  oleh peserta didik  sebagai generasi millennial .

3.     Dapat dicapai  hasil yang diharapkan sesuai tujuan  dalam pelaksanaan Ekstrakurikuler  Pramuka    di SMK Negeri 1 Denpasar .

4.     Realisasi tindakan sebagai  sikap   yang harus dikembangkan untuk menggerakkan dan mengefektifkan  Ekstrakurikuler  Pramuka  di SMK Negeri 1 Denpasar.

 

D.Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan ini dapat disampaikan sebagai berikut.

  1. Bagi Siswa

Dalam hidup ini tidak bisa sendiri harus  saling harga menghargai, hormat menghormati karena anugrah oleh tuhan  sehingga manusia mampu berkomunikasi ( Sabda) dengan baik, menggunakan tenaga (Bayu)  dengan semestinya dan mampu mengolah pikiran ( Idep)  dengan baik sesuai dengan dasar dari Pendidikan Kepramukaan sehingga dapat bermanfaat dalam mengarungi kehidupan ini.

  1. Bagi Guru

Dalam  melaksanakan Tindakan  Pendidikan Kepramukaan, Guru menjadi tauladan dalam perilaku bagi peserta didik karena jaman saat ini sikap meniru, memodifikasi, mengimplementasikan sangat mudah diakses.

  1. Bagi  Orang Tua

Orang tua memegang peran yang strategis berakses luas dan kuat dalam pengembangan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan sehingga diharapkan tetap mampu dapat melakukan komunikasi dengan baik sekaligus kepengawasan bersama. 


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.    Profil  Kepramukaan SMK Negeri 1 Denpasar  

Gugus Depan Denpasar  04.191-04.192 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Denpasar  ( saat itu masih bernama STM Negeri   Denpasar)  diresmikan pada tanggal,  28 Oktober 1996   dengan Pembina Pramuka  Putra Drs. Sang  Ketut Manta dan Pembina Pramuka Putri Dra. Magdauli Penggabean  oleh  Bapak Drs. I Nengah Kawi Shindue   dan  Lokasi   Jalan Hos. Cokroaminoto No. 84 Denpasar.

Saat ini  jumlah  Peserta tahun pelajaran 2019 – 2020 sebanyak  750 orang  dan Jumlah Pembina 21 orang,  berdasarkan Surat Keputusan  Ketua Majelis Pembimbing Gugus depan Denpasar 04.191-04.192 Nomor 02 tahun  2018. Jenis- jenis  kegiatannya disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran dari penjadwalan, pelaksanaan kegiatan yang mampu dilakukan di SMK Negeri 1 Denpasar.

B.     Sejarah dan Kegiatan Kepramukaan

Kegiatan ekstrakurikuler pramuka   bersifat wajib diselenggarakan dan diikuti oleh semua peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah kecuali yang memiliki kekhususan. Ekstrakurikuler pramuka berkontribusi membentuk karakter peserta didik sehingga dipandang sebagai bagian dari pembelajaran (mengacu pada Permendikbud RI Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 pada lampiran III)

1.      Sejarah Kepramukaan

Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada tanggal 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris.  Gagasan organisasi Baden Powell tersebut dalam waktu singkat menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda. Di Belanda gerakan pramuka dinamai Padvinder. Pada masa itu Belanda yang menguasai Indonesia membawa gagasan itu ke Indonesia. Akhirnya mereka pun mendirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).

  Sejarah pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.

2.      Pengertian Kepramukaan dan Gerakan Pramuka

Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggung jawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu.

Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras, suku dan agama, menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.

3.        Tujuan dan Fungsi Kegiatan Pramuka

Kegiatan ekstrakurikuler pramuka pada satuan pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.  Mengembangkan  minat dan  bakat  peserta  didik  dalam  upaya  pembinaan  pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

Kegiatan ekstrakurikuler mengacu Permendik bud  RI Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013   memiliki  fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.

a)     Fungsi  pengembangan yaitu  untuk mendukung  perkembangan  personal  peserta didik  melalui  perluasan  minat,   potensi,  dan pemberian  kesempatan  untuk  pembentukan  karakter  dan pelatihan kepemimpinan.

b)     Fungsi  sosial yaitu   untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial  peserta  didik dengan memberikan  kesempatan  kepada  peserta  didik  untuk memperluas  pengalaman  sosial,  praktek  keterampilan  sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.

c)     Fungsi  rekreatif yaitu   dilakukan  dalam  suasana  rileks,  menggembirakan,  dan menyenangkan  sehingga  menunjang  proses  perkembangan peserta  didik. 

d)     Fungsi  persiapan  karir yaitu untuk  mengembangkan  kesiapan  karir  peserta  didik melalui pengembangan kapasitas.

4.        Tugas Pokok Gerakan Pramuka

Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan   Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.

Kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat.  Dengan memperhatikan  memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua anggota Pramuka.

5.        Tingkatan dalam Kepramukaan

Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2000 pasal 12 jenjang pendidikan kepramukaan dibagi menjadi: Siaga usia 7 - 10 tahun, Penggalang usia 11 - 15 tahun, Penegak usia 16 - 20 tahun, dan Pandega usia 21 - 25 tahun.

6.   Jenis Kegiatan Kepramukaan Pembentuk Karakter

Pramuka sebagai  salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sangat relevan sebagai wadah penanaman nilai karakter melalui berbagai kegiatan keterampilan.

 

a)     Keterampilan Tali Temali

Keterampilan Tali Temali digunakan dalam berbagai keperluan di antaranya membuat tandu, memasang tenda, membuat tiang jemuran, dan tiang bendera.

Membuat  simpul dan ikatan diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, dan tanggung jawab. Membuat tandu diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama dan tanggung jawab.

b)     Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat(PPGD)

Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat  (PPGD) merupakan kegiatan untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan atau orang dimana tindakan tersebut hanya tindakan pertolongan sementara. Langkah berikutnya tetap harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit  terdekat.

Mencari dan memberi obat diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, dan peduli sosial. Membalut luka, menggunakan bidai dan mitela diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, dan peduli sosial.

c)     Ketangkasan Pionering

Kegiatan ketangkasan pionering merupakan kegiatan yang sudah biasa dalam kegiatan kepramukaan.Kegiatan itu meliputi membuat gapura, menara pandang, membuat tiang bendera, membuat jembatan tali goyang, meniti dengan satu atau dua tali.

Dalam kegiatan membuat gapura, menara pandang dan membuat tiang bendera diharapkan dapat membentuk karakter ketelit ian, percaya diri, ketekunan, dan kerjasama.Dalam kegiatan membuat jembatan tali goyang dan meniti dengan satu atau dua tali diharapkan dapat membentuk karakter keberanian, ketelitian, percaya diri, ketekunan, dan kesabaran.

 

 

d)      Keterampilan Morse dan Semaphore

Kedua keterampilan ini sebenarnya merupakan bahasa sandi dalam kepramukaan. Morse menggunakan media peluit, senter, bendera, dan pijatan. Semaphore menggunakan media bendera kecil berukuran 45 cm X 45 cm. Keterampilan ini perlu dimiliki oleh setiap anggota gerakan pramuka agar dalam kondisi darurat mereka tetap dapat menyampaikan pesan. Morse dan Semaphore diharapkan dapat membentuk karakter kecermatan, ketelitian, tanggung jawab, dan kesabaran.

e)       Keterampilan Membaca Sandi Pramuka

Keterampilan ini sangat diperlukan dalam kegiatan penyampaian pesan rahasia dengan menggunakan kunci yang telah disepakati.  Dalam menyampaikan pesan rahasia ini diperlukan kode-kode tertentu yang dalam kepramukaan disebut sandi. Sandi dalam pramuka antara lain sandi akar, sandi kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi angka.

Sandi akar, sandi kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi angka diharapkan dapat membentuk karakter kreatif, ketelitian, kerjasama, dan tanggung jawab.`

f)        Penjelajahan dengan Tanda Jejak

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk latihan berpetualang. Anggota gerakan pramuka harus terbiasa dengan alam bebas. Di alam bebas tidak terdapat rambu-rambu secara jelas sebagaimana di jalan raya. Penjelajahan dengan memasang dan membaca tanda jejak diharapkan dapat membentuk karakter religius, toleransi, cinta tanah air, peduli lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab.

g)      Kegiatan Pengembaraan

Kegiatan pengembaraan yaitu melakukan perjalanan dengan berbagai rintangan yang perlu diperhitungkan agar tujuan kita dapat dicapai. Hal ini dengan sendirinya juga mendidik generasi muda bahwa untuk dapat mencapai cita-cita itu banyak rintangan dan sangat memerlukan perjuangan yang kuat. 

Kegiatan pengembaraan ini diharapkan dapat membentuk karakter mandiri, peduli lingkungan, tangguh, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, peduli sosial, ketelitian, dan religius. 

h)    Keterampilan Baris-Berbaris (KBB)

Keterampilan Baris Berbaris merupakan keterampilan untuk melaksanakan perintah atau instruksi yang berkaitan dengan gerakan-gerakan fisik. Keterampilan Baris-berbaris ini dilakukan untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, keserasian, dan seni dalam berbaris/kreatif, kerjasama, dan tanggung jawab.

i)      Keterampilan Menentukan Arah

Keterampilan ini merupakan suatu upaya bagi anggota gerakan pramuka untuk mengetahui arah. Dalam penentuan arah ini dapat digunakan kompas, dan benda yang ada di alam sekitar, misalnya: kompas sederhana (silet, magnet, dan air) bintang, pohon, dan matahari.   

Keterampilan menentukan arah  ini diharapkan dapat membentuk karakter kreatif, kerja keras, rasa ingin tahu, dan kerja sama dan membentuk penguatan  pendidikan karakter (PPK).

 

 

 

 

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.        Metode dan Pelaksanaan

Metode dan Pendekatan yang dapat lakukan untuk membentuk karakter peserta didik SMK Negeri 1 Denpasar serangkaian memecahkan masalah yang dihadapi saat ini  melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka dengan langkah – langkah  sebagai berikut.

1)     Intervensi

Intervensi adalah bentuk campur tangan yang dilakukan pembimbing ekstrakurikuler pramuka terhadap peserta didik. Apabila  intervensi ini dapat dilakukan secara terus menerus, maka lama kelamaan karakter yang diintervensikan akan terpatri dan mengkristal pada diri peserta didik.

2)     Pemberian Keteladanan

Kepala sekolah dan guru pembimbing peserta didik adalah model bagi peserta didik. Apa saja yang mereka lakukan, banyak yang ditiru  dengan serta merta oleh peserta didik..

3)      Habituasi/Pembiasaan

Dalam realitas kehidupan, orang menjadi bisa karena biasa atau banyak membiasakan.

4)      Mentoring/pendampingan secara terus menerus

Pendampingan adalah suatu fasilitasi yang diberikan oleh pendamping kegiatan ekstra kurikuler pramuka terhadap berbagai aktivitas yang dilaksanakan oleh peserta didik.

5)      Penguatan

Dalam berbagai perspektif psikologi, penguatan yang diberikan oleh pembimbing ekstrakurikuler pramuka berguna untuk memperkuat perilaku peserta didik.

 

 

6)     Keterlibatan Berbagai Pihak

Berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, guru pembimbing ekstra kurikuler pramuka, komite sekolah, pengawas sekolah dan orang tua siswa.

7)     Model Aktualisasi

      Diikuti oleh seluruh siswa kelas X sebanyak 750 orang  dan    dilaksanakan setiap satu minggu satu kali mulai hari Senin – Jumat dengan seting waktu 2 jam terakhir setiap hari. Terjadwal, rutin, setiap Program Keahlian di atur dan disesuaikan dengan kondisi kelasnya.

Terintegrasi dengan Siklus SPMI dengan merevitalisasi gerakan pramuka perlu dilakukan dengan pedoman mutu  agar kegiatan-kegiatan kepramukaan dapat terselenggara secara lebih berkualitas, menarik minat, dan mewujudkan peserta didik yang berkarakter kuat untuk menjadi calon pemimpin bangsa dalam berbagai bidang kehidupan.  Guna menunjang dan memperkuat Organisasi,  Kebijakan tersebut perencanaan program kegiatan ekstra kurikuler pramuka mutlak diperlukan yang meliputi Program Kerja, Rencana Kerja Anggaran Kegiatan, Program Tahunan, Program Semester, Silabus Materi Kegiatan Pramuka, Rencana Pelaksanaan Kegiatan; dan Kriteria Penilaian Kegiatan.

Dalam pelaksanaan suatu kegiatan diawali dengan perencanaan, kemudian pelaksanaan, dan diakhiri dengan kegiatan monitoring dan evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut sebagai satu kesatuan utuh dari sistem manajemen.   

Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan program kegiatan ekstra kurikuler pramuka dapat dilakukan saat perencanaan program dan pelaksanaan program kegiatan.

Laporan mempunyai peranan yang penting pada pelaksanaan progran ekstrakurikuler pramuka karena dalam pelaksanaan kegiatan dimana hubungan antara penanggung jawab dan pelaksana kegiatan merupakan bagian dari keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut. Kerja sama di antara penanggung jawab dan pelaksana kegiatan bisa dibina melalui komunikasi baik   yang berbentuk lisan maupun tulisan (laporan).

            Pelaksanaan Program Kegiatan  Ekstrakurikuler Pramuka di SMK Negeri 1 Denpasar secara integrasi dan berkolaborasi  yang maksimal dari Baseline program yang dibuat kemudian penyusunan pemetaan mutu, program pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu, melaksanakan evaluasi untuk memperoleh temuan untuk perbaikan,  dan komitmen untuk melaksanakan program tersebut secara  berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas serta akhirnya diperoleh mutu baru.  Pada Gambar Foto berikut Jenis Kegiatan dilaksanakan  GUGUS DEPAN DENPASAR 04.191-04.192

Gambar  Foto: 3. 01. APEL PERSADA

Gambar  1 : Apel Persada

 

            Secara terpadu dan komitmen Gudep SMK Negeri 1 Denpasar melaksanakan kunjungan ke Panti Asuhan Darmajati dan  Tat Twam Asi.  

 

                                                                                                        

 

Gambar  Foto 3. 02 dan 3.03 :  KUNJUNGAN KE PANTI ASUHAN DARMAJATI & TAT TWAM ASI

 

 


             Kemudian Tidak luput juga Gudep SMK Negeri 1 Denpasar  DA Ambalan Purusa dan Pradana sebagai Relawan Peduli Bencana Erupsi Gunung Agung.  Tujuan untuk  peduli dan empati dengan  rasa toleransi antara manusia.

 

   

 

 

 

                                                                     

 

 

 

 

 

Gambar  Foto3. 04  :   RELAWAN PEDULI BENCANA ERUPSI  GUNUNG AGUNG

 

 


Kegiatan yang secara konsisten dilakukan sesuai dengan program  minimal setiap tahun  sekali “ Peduli Sampah Plastik  Malu Dong membuang Sampah Sembarangan”   Susur Pantai Padang Galak Sanur”  Atas peran serta Gudep SMK Negeri 1 Denpasar  dan Komite Sekolah dan  masyarakat membersihkan pantai dari Sampah yang tidak bertuan. Disini sangat diperlukan kesadaran masyarakat terhadap Pantai dimana Laut tidak tempat membuang sampah melainkan menjaga  melestarikan kebersihan laut agar terjadi ekosistem  laut dengan baik  serta tidak bosan – bosan untuk melakukan aksi , seperti gambar foto 3.05.

Gambar foto 3.05 : Kegiatan Susur Pantai

 

 

 

 

 

 


Kegiatan terakhir yang paling berkesan  lagi adalah Pelantikan Bersama yaitu Pelantikan Pengurus OSIS periode 2019 – 2020, Pengurus PMR dan Pelantikan Pramuka dilaksanakan di Desa Petang Badung, tujuannya untuk lebih dekat dengan alam diharapkan dapat membentuk karakter kreatif, kerja keras, rasa ingin tahu, dan kerja sama.  Perhatikan gambar foto 3.06.

 

 

 

Gambar Foto  : 3.06  Kegiatan Pelantikan Bersama

 

 

 

 

 


B.    HASIL DAN PEMBAHASAN  

Hasil Capaian atau Prestasi  yang  paling Gemilang  dalam Ekstrakurikuler Wajib Kepramukaan   Ambalan Purusha Pradana Gugus Depan Denpasar 04.191-04.192 SMKN 1 Denpasar kurun waktu 9  (sembilan) tahun terakhir ini dari program atau perencanaan – pelaksanaan - evaluasi, dan tindaklanjut yang tersistem, tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Capaian ini  merupakan hasil kerja keras dan sinergisitas semua komponen warga sekolah yang sudah memberikan dukungan moril dan semangat kepada  kami peserta Ektrakurikuler Pramuka  dan Pendamping untuk dapat dapat menginspirasi perilaku peserta didik. Hasil  atau prestasi yang dapat kami capai seperti tabel 3.1 

DAFTAR PRESTASI YANG DIPEROLEH AMBALAN PURUSHA PRADANA GUGUS DEPAN DENPASAR 04.191-04.192  SMKN 1 DENPASAR

NO

JENIS PRESTASI

TAHUN

1

Juara Umum 3 Tri LokaPramuka HUT Kota Denpasar  Tahun 2010

2010

2

Juara umum 2 Gugus depan tergiat se Kwartir Daerah Bali tahun 2011

2011

3

Juara 1 Senam Pramuka Pandu Sakura Cup 2011

2011

4

Peserta Raimuna nasional di Papua 2012

2012

5

Juara 1 Lomba Esay se Bali  di Universitas Udayana tahun 2012

2012

6

Juara 1 Lomba Poster se Bali di Universitas Udayana tahun 2012

2012

7

Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota  Denpasar tahun 2013

2013

8

Juara 1 Lomba Gerak Jalan Pramuka penegak se- Kota Denpasar 2013

2013

9

Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota  Denpasar tahun 2014

2014

10

Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota  Denpasar tahun 2015

2015

11

Peserta pelayaran lingkar nusantara nasional 2015

2015

12

Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota  Denpasar tahun 2016

2016

13

Juara 1 Cuck Glider Pertisaka Dirgantara tahun 2016

2016

14

Juara 2 lomba Cerdas Tangkas Pertisaka dirgantara  2016

2016

15

Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota  Denpasar tahun 2017

2017

16

Peserta Raimuna Nasional di Cibubur Jakarta Tahun 2017

2017

17

Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota  Denpasar tahun 2018

2018

18

Juara 3 lomba gerak jalan hari pramuka tingkat Cabang Denpasar 2018

2018

19

Juara 3 Pionering Menara Pandang Pandu Trisma Cup Tahun 2018

2018

20

Juara 1 senam di Lokabhara I Tahun 2018

2018

21

Juara 2 miniatur menara pandang di Lokabhara I Tahun 2018

2018

22

Juara 1  LKBB di Lokabhara I Tahun 2018

2018

23

Karang Pamitran Nasional di Lebak Harjo JawaTimur tahun 2018

2018

24

Juara umum Lokabhara I Tahun 2018

2018

25

Juara 2 Desain grafis di Pandu Sakura Cup Tahun 2018

2018

26

Juara 1 Pionering menara pandang  di PanduTrisma Cup Tahun 2019

2019

27

Juara Harapan 2 Lomba cerdas cermat  di Pandu Trisma Cup Tahun 2019

2019

28

Juara 3  LCC  di Lokabara Badung 2019

2019

29

Juara  1 miniatur menara pandang di lokabara V BadungTahun 2019

2019

Tabel  3.1  Hasil Capaian Prestasi Ekstrakurikuler Pramuka Gudep  04.191-04.192  SMKN 1  Denpasar

Diagram Capaian Prestasi  Capaian Prestasi Ekstrakurikuler Pramuka Gudep  04.191-04.192  SMKN 1  Denpasar

 

            Berdasarkan diagram diatas dapat dipaparkan bahwa capaian prestasi ekstrakurikuler pramuka kurun waktu   9 tahun terakhir sebagai berikut dengan jumlah mengikuti kejuaraan / lomba  29 kali dengan capaian Juara Umum  sebanyak 3 kali (10,35 %), Juara 1 sebanyak 15 kali ( 51,72 %), juara  2 sebanyak  3 kali (10,35 %), Juara 3 sebanyak 3 kali (10,35 %), Juara Harapan  sebanyak 1 kali ( 3,45 %), dan sebagai Peserta 4 kali (13,78 %). Hal ini menunjukkan bahwa kerjasama tim dan pembelajaran pendidikan kepramukaan di SMK Negeri 1 Denpasar berlangsung dengan efektif.

Strategi  Pendekatan  sikap mental yang merupakan internalisasi nilai – nilai karakter dikembangkan oleh lembaga sebagai wadah untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapi oleh peserta didik  dalam mempertahanankan prestasi kepramukaan agar tertanam  fundamen yang kuat dan berakses luas untuk mencapai tujuan kemandirian salah satu pengembangan karakter (PPK) serta mampu beradaptasi di SMK Negeri 1 Denpasar sebagai berikut : 1) Tidak henti – hentinya dilakukan intervensi oleh Pembimbing  ekstrakurikuler pramuka terhadap peserta didik  sehingga terpatri dan mengkristal nilai – nilai karakter positif ; 2) Guru Pembimbing  sebagai Model  bagi peserta didik sehingga peserta didik dapat mencontoh atau meniru berbagai karakter positif ; 3) Melakukan pembiasaan – pembiasaan   realitas dalam kehidupan, orang menjadi bisa karena biasa dengan memadukan  hard skill dan softskill ; 4) Senantiasa dilakukan pendampingan / Mentoring  bertujuan memfasilitasi dalam bergiatan terhadap berbagai aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik  agar karakter yang sudah disemaikan, dicangkokkan, diintervensikan tetap dapat dikawal dan diimplementasikan dengan baik ; 5) Dilakukan penguatan perilaku peserta didik; 6) Pola Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali diatur dengan baik, apik, dan efektif  karena telah melaksanakan pembelajaran 5 hari kerja (full day).7) Keterlibatan berbagai pihak sangat berperan    dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka seperti Staf manajemen,  guru pembimbing ekstra kurikuler pramuka, komite sekolah, pengawas sekolah dan orang tua siswa secara masif.

Tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi sebagai temuan perbaikan dapat dilakukan secara holistik mengidentifikasi hasil laporan kegiatan kepramukaan merupakan  proses   yang berkelanjutan (continual improvement) sehingga menghasilkan SDM berdaya guna dan tepat sasaran  sesuai dengan   Implementasi Mutu Proses Dan Hasil SPMI Untuk  Meningkatkan Motivasi Habituasi Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakuriuler Pramuka Di SMK Negeri 1 Denpasar” untuk menjalin rasa kebersamaan dan keteguhan hati.

                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

                              SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.Simpulan

1.   Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan (religius), kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik   sehingga mutu lulusan mimiliki kecerdasan softskill dan hardskill yang meningkat bagian sikap pengembangan karakter;

2.   Keterlibatan berbagai pihak   dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka sangat memegang peran penting  yakni kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, guru pembimbing ekstra kurikuler  pramuka, komite sekolah, pengawas sekolah dan orang tua siswa sekaligus  sebagai kepengawasan suatu kegiatan;

3.   Sinergisitas  sangat diperlukan untuk membentuk watak atau tabiat budaya mutu yang sesuai dengan misi sekolah  dan sedini mungkin terus ditanamkan semangat kebangsaan, meningkatkan keterampilan generasi muda, melatih fisik dan mental, serta menumbuhkan jiwa dan semangat sosial pada peserta didik di SMK Negeri 1 Denpasar sangat  perlu diberikan pendidikan kepramukaan.

B.Rekomendasi

Berdasarkan perencanaan, pelaksanaan program pemenuhan mutu, evaluasi dan tindak lanjut untuk tahun yang akan datang secara berkesinambungan serta komitmen sesuai dengan peraturan yang berlaku mengahasilkan insan – insan yang terampil dan berkarakter, sehingga di rekomendasikan  Ekstrakurikuler Pendidikan Kepramukaan  di Gudep 04.191-04.192     SMK  Negeri 1 Denpasar sebagai Best Practice SPMI dapat ditindak lanjuti . Semoga bermanfaat demi masa depan Bangsa dan Negara Republik Indonesia dan NKRI harga mati yang patut diperjuangkan.

Daftar  Pustaka

Kwartir Nasional.2010.SK Nomor 177 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan  Organisasi Dan Tata Kerja Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Gerakan Pramuka  Tingkat Nasional.

 

------------------------------SK Nomor 178 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan  Organisasi Dan Tata Kerja Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Daerah.

 

-------------------------------SK Nomor 179 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan  Organisasi Dan Tata Kerja Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Gerakan Pramuka  Tingkat Cabang.

Permendikbud. 2013.   Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republic Indonesia Nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.

 

Permendikbud . 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.