BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63
Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler
Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pendidikan Kepramukaan
dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan,
kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta
didik. Diharapkan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai muatan
Kurikulum 2013 dan muatan Pendidikan Kepramukaan dapat bersinergi secara
koheren.
Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan
Peserta Didik di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler
ditujukan agar Peserta Didik dapat mengembangkan kepribadian, minat, dan
kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik.
Model Aktualisasi adalah pola Pendidikan Kepramukaan sebagai
Ekstrakurikuler Wajib yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Kursus
Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar yang kemudian disebut KMD adalah kursus
yang diselenggarakan bagi anggota dewasa dan Pramuka Pandega yang akan membina
anggota muda di gugus depan. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan yang
kemudian disebut KML adalah jenjang pendidikan tertinggi bagi Pembina Pramuka
sebagai lanjutan dari KMD. Pramuka Siaga adalah anggota Gerakan Pramuka rentang
usia 7 sampai 10 tahun. Pramuka Penggalang adalah anggota Gerakan Pramuka
rentang usia 11 sampai 15 tahun. Pramuka Penegak adalah anggota Gerakan Pramuka
rentang usia 16 sampai 20 tahun.
Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti kaum muda
yang suka berkarya. Di
Indonesia sendiri penggunaan istilah “Pramuka” baru resmi digunakan pada tahun
1961. Akan tetapi gerakan pramuka sejatinya telah ada sejak jaman penjajahan
Belanda dengan nama kepanduan.
Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada
tanggal 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan
Jendral tentara Inggris. Gagasan organisasi Baden Powell tersebut dalam waktu
singkat menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda.
Sejarah
pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan
pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia
Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan
seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961. Peringatan hari Pramuka di
peringati pada setiap tanggal 14 Agustus dikarenakan pada tanggal 14 Agustus
1961 adalah hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia dan
presiden melantik Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari.
Untuk menanamkan semangat
kebangsaan, meningkatkan keterampilan generasi muda, melatih fisik dan mental,
serta menumbuhkan jiwa dan semangat sosial pada peserta didik kurang lebih 750
orang di SMK Negeri 1 Denpasar sangat diperlukan diberikan pendidikan
kepramukaan dan menindaklanjuti pelaksanaan Kurikulum 2013, kegiatan
kepramukaan wajib dilaksanakan di setiap jenjang pendidikan dan menciptakan
lulusan yang cerdas serta berkarakter positif dan mampu berdaya saing tinggi.
Untuk mencapai lulusan yang bermutu dalam SPMI, terintegrasi dan bersinergi yang kuat dengan kegiatan Kepramukaan berisi perpaduan proses pengembangan nilai sikap dan
keterampilan dalam Best Practice pengembangan
pendidikan karakter. Oleh karena gerakan mutu merupakan sistem pembiasaan –
pembiasan dan diimplementasikan dalam pembelajaran akan
menghasilkan peserta didik memiliki keseimbangan kecerdasan softskill
dan hardskill yang baik serta akhirnya menciptakan budaya mutu sekolah. Berkaitan dengan Karakter SMK Negeri 1
Denpasar, maka judul Best Practice yang kami pergunakan adalah “Implementasi Mutu Proses Dan Hasil SPMI
Untuk Meningkatkan Motivasi Habituasi
Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakuriuler Pramuka Di SMK Negeri 1 Denpasar”
Hal ini sangat mulia dan memiliki pemaknaan olah rasa yang sangat tinggi bagi
generasi bangsa ini.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka
dapat kami rumusan masalah sebagai berikut
1. Apa kegiatan pendidikan Kepramukaan yang
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SMK Negeri 1 Denpasar ?
2. Bagaimana teknik alternatif
solusi dalam pendidikan kepramukaan untuk
mengatasi degreasi moral yang
dihadapi oleh peserta didik sebagai generasi millenial ?
3. Bagaimana pencapaian
hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan Ekstrakurikuler Pramuka di SMK Negeri 1 Denpasar ?
4. Apa tindak lanjut sikap yang
harus dikembangkan untuk menggerakkan dan mengefektifkan Ekstrakurikuler Pramuka
di SMK Negeri 1 Denpasar ?
C.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang diharapkan dalam
penulisan ini sebagai berikut :
1. Dapat melakukan Kegiatan
pendidikan Kepramukaan yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di SMK Negeri 1 Denpasar .
2. Dapat diterapkan teknik alternatif
solusi dalam pendidikan kepramukaan untuk
mengatasi degreasi moral yang
dihadapi oleh peserta didik sebagai generasi millennial .
3. Dapat dicapai hasil yang diharapkan sesuai tujuan dalam pelaksanaan Ekstrakurikuler Pramuka
di SMK Negeri 1 Denpasar .
4. Realisasi tindakan
sebagai sikap yang harus dikembangkan untuk menggerakkan
dan mengefektifkan Ekstrakurikuler Pramuka
di SMK Negeri 1 Denpasar.
D.Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan ini dapat
disampaikan sebagai berikut.
- Bagi Siswa
Dalam hidup ini tidak
bisa sendiri harus saling harga
menghargai, hormat menghormati karena anugrah oleh tuhan sehingga manusia mampu berkomunikasi ( Sabda)
dengan baik, menggunakan tenaga (Bayu)
dengan semestinya dan mampu mengolah pikiran ( Idep) dengan baik sesuai dengan dasar dari
Pendidikan Kepramukaan sehingga dapat bermanfaat dalam mengarungi kehidupan
ini.
- Bagi Guru
Dalam melaksanakan Tindakan Pendidikan Kepramukaan, Guru menjadi tauladan
dalam perilaku bagi peserta didik karena jaman saat ini sikap meniru,
memodifikasi, mengimplementasikan sangat mudah diakses.
- Bagi Orang Tua
Orang tua memegang peran
yang strategis berakses luas dan kuat dalam pengembangan pendidikan kepramukaan
di satuan pendidikan sehingga diharapkan tetap mampu dapat melakukan komunikasi
dengan baik sekaligus kepengawasan bersama.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Profil Kepramukaan SMK Negeri 1 Denpasar
Gugus Depan Denpasar 04.191-04.192 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri
1 Denpasar ( saat itu masih bernama STM
Negeri Denpasar) diresmikan pada tanggal, 28 Oktober 1996 dengan
Pembina Pramuka Putra Drs. Sang Ketut Manta dan Pembina Pramuka Putri Dra.
Magdauli Penggabean oleh Bapak Drs. I Nengah Kawi Shindue dan Lokasi
Jalan Hos. Cokroaminoto No. 84 Denpasar.
Saat
ini jumlah Peserta tahun pelajaran 2019 – 2020 sebanyak 750 orang dan Jumlah Pembina 21 orang, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Majelis Pembimbing Gugus depan Denpasar
04.191-04.192 Nomor 02 tahun 2018. Jenis-
jenis kegiatannya disesuaikan dengan
kebutuhan pembelajaran dari penjadwalan, pelaksanaan kegiatan yang mampu
dilakukan di SMK Negeri 1 Denpasar.
B. Sejarah dan Kegiatan Kepramukaan
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka bersifat wajib diselenggarakan dan diikuti
oleh semua peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah kecuali yang
memiliki kekhususan. Ekstrakurikuler pramuka berkontribusi membentuk karakter
peserta didik sehingga dipandang sebagai bagian dari pembelajaran (mengacu pada
Permendikbud RI Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 pada
lampiran III)
1. Sejarah Kepramukaan
Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada
tanggal 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan
Jendral tentara Inggris. Gagasan
organisasi Baden Powell tersebut dalam waktu singkat menyebar ke berbagai
negara termasuk Belanda. Di Belanda gerakan pramuka dinamai Padvinder. Pada masa itu Belanda yang
menguasai Indonesia membawa gagasan itu ke Indonesia. Akhirnya mereka pun
mendirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging
= Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).
Sejarah
pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan
pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia
Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan
seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.
2. Pengertian Kepramukaan dan Gerakan Pramuka
Kepramukaan
pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak
muda, dibawah tanggung jawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan
pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode
pendidikan tertentu.
Gerakan
Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat
sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras,
suku dan agama, menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu sistem nilai yang
didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.
3.
Tujuan
dan Fungsi Kegiatan Pramuka
Kegiatan
ekstrakurikuler pramuka pada satuan pendidikan bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik. Mengembangkan
minat dan bakat peserta
didik dalam upaya
pembinaan pribadi menuju
pembinaan manusia seutuhnya.
Kegiatan ekstrakurikuler mengacu Permendik
bud RI Nomor 81A Tahun 2013 tentang
Implementasi Kurikulum 2013 memiliki
fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.
a)
Fungsi pengembangan
yaitu untuk mendukung perkembangan
personal peserta didik melalui
perluasan minat, potensi, dan pemberian
kesempatan untuk pembentukan
karakter dan pelatihan
kepemimpinan.
b)
Fungsi sosial yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan rasa
tanggung jawab sosial peserta didik dengan memberikan kesempatan
kepada peserta didik
untuk memperluas pengalaman sosial,
praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan
nilai sosial.
c)
Fungsi rekreatif yaitu dilakukan
dalam suasana rileks,
menggembirakan, dan
menyenangkan sehingga menunjang
proses perkembangan peserta didik.
d)
Fungsi persiapan
karir yaitu untuk mengembangkan
kesiapan karir peserta
didik melalui pengembangan kapasitas.
4.
Tugas
Pokok Gerakan Pramuka
Tugas
pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak
dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan,
kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.
Kepramukaan
bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan
kepentingan nasional. Gerakan
Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga
kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Dengan memperhatikan memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat
dan harapan masyarakat, termasuk orang tua anggota Pramuka.
5.
Tingkatan
dalam Kepramukaan
Menurut
Undang-undang Nomor 20 tahun 2000 pasal 12 jenjang pendidikan kepramukaan
dibagi menjadi: Siaga usia 7 - 10 tahun, Penggalang usia 11 - 15 tahun, Penegak
usia 16 - 20 tahun, dan Pandega usia 21 - 25 tahun.
6. Jenis Kegiatan
Kepramukaan Pembentuk Karakter
Pramuka
sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sangat relevan
sebagai wadah penanaman nilai karakter melalui berbagai kegiatan keterampilan.
a) Keterampilan Tali Temali
Keterampilan
Tali Temali digunakan dalam berbagai keperluan di
antaranya membuat tandu, memasang tenda, membuat tiang
jemuran, dan tiang bendera.
Membuat simpul dan
ikatan diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama,
dan tanggung jawab. Membuat tandu diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian,
kesabaran, kerjasama dan tanggung jawab.
b)
Keterampilan
Pertolongan Pertama Gawat Darurat(PPGD)
Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) merupakan kegiatan untuk memberikan pertolongan pertama pada korban
kecelakaan atau orang dimana tindakan tersebut hanya tindakan pertolongan sementara. Langkah berikutnya
tetap harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Mencari dan memberi obat diharapkan dapat membentuk
karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, dan peduli sosial.
Membalut luka, menggunakan bidai dan mitela diharapkan
dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, dan
peduli sosial.
c) Ketangkasan Pionering
Kegiatan ketangkasan pionering
merupakan kegiatan yang sudah biasa dalam kegiatan kepramukaan.Kegiatan itu meliputi membuat gapura, menara pandang, membuat tiang bendera,
membuat jembatan tali goyang, meniti dengan satu atau dua tali.
Dalam
kegiatan membuat gapura, menara pandang dan membuat tiang bendera diharapkan
dapat membentuk karakter ketelit ian, percaya diri, ketekunan, dan kerjasama.Dalam
kegiatan membuat jembatan tali goyang dan meniti dengan satu atau dua tali diharapkan dapat membentuk karakter
keberanian, ketelitian, percaya diri, ketekunan, dan kesabaran.
d)
Keterampilan
Morse dan
Semaphore
Kedua
keterampilan ini sebenarnya merupakan bahasa sandi dalam kepramukaan. Morse menggunakan media peluit, senter,
bendera, dan pijatan. Semaphore
menggunakan media bendera kecil berukuran 45 cm X 45 cm. Keterampilan ini perlu
dimiliki oleh setiap anggota gerakan pramuka agar dalam kondisi darurat mereka
tetap dapat menyampaikan pesan. Morse dan Semaphore
diharapkan dapat membentuk karakter kecermatan, ketelitian, tanggung jawab, dan
kesabaran.
e)
Keterampilan
Membaca Sandi Pramuka
Keterampilan
ini sangat diperlukan dalam kegiatan penyampaian pesan rahasia dengan
menggunakan kunci yang telah disepakati.
Dalam menyampaikan pesan rahasia ini diperlukan kode-kode tertentu yang dalam
kepramukaan disebut sandi. Sandi dalam pramuka antara lain sandi akar, sandi
kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi
angka.
Sandi akar, sandi
kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi
angka diharapkan dapat membentuk karakter kreatif, ketelitian, kerjasama, dan
tanggung jawab.`
f)
Penjelajahan dengan Tanda Jejak
Kegiatan
ini merupakan salah satu bentuk latihan berpetualang. Anggota gerakan pramuka
harus terbiasa dengan alam bebas. Di alam bebas tidak terdapat rambu-rambu
secara jelas sebagaimana di jalan raya. Penjelajahan dengan memasang dan
membaca tanda jejak diharapkan dapat membentuk karakter religius, toleransi,
cinta tanah air, peduli lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab.
g)
Kegiatan Pengembaraan
Kegiatan pengembaraan
yaitu melakukan perjalanan dengan
berbagai rintangan yang perlu diperhitungkan agar tujuan kita dapat dicapai.
Hal ini dengan sendirinya juga mendidik generasi muda bahwa untuk dapat
mencapai cita-cita itu banyak rintangan dan sangat memerlukan perjuangan yang kuat.
Kegiatan pengembaraan ini diharapkan dapat membentuk
karakter mandiri, peduli lingkungan, tangguh, tanggung jawab, kepemimpinan,
kerja sama, peduli sosial, ketelitian, dan religius.
h) Keterampilan
Baris-Berbaris (KBB)
Keterampilan
Baris Berbaris merupakan
keterampilan untuk melaksanakan perintah atau instruksi yang berkaitan dengan
gerakan-gerakan fisik. Keterampilan Baris-berbaris ini dilakukan untuk melatih
kedisiplinan, kekompakan, keserasian, dan seni dalam berbaris/kreatif,
kerjasama, dan tanggung jawab.
i)
Keterampilan Menentukan Arah
Keterampilan
ini merupakan suatu upaya bagi anggota gerakan pramuka untuk mengetahui arah.
Dalam penentuan arah ini dapat digunakan kompas, dan benda yang ada di alam
sekitar, misalnya: kompas sederhana (silet, magnet, dan air) bintang, pohon,
dan matahari.
Keterampilan
menentukan arah ini diharapkan dapat
membentuk karakter kreatif, kerja keras, rasa ingin tahu, dan kerja sama
dan membentuk penguatan pendidikan
karakter (PPK).
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Metode
dan Pelaksanaan
Metode dan Pendekatan yang dapat lakukan untuk membentuk karakter peserta didik SMK Negeri 1 Denpasar serangkaian memecahkan masalah yang
dihadapi saat ini melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka dengan langkah – langkah sebagai berikut.
1)
Intervensi
Intervensi adalah bentuk campur tangan yang dilakukan pembimbing
ekstrakurikuler pramuka terhadap peserta didik. Apabila intervensi ini dapat dilakukan secara terus
menerus, maka lama kelamaan karakter yang diintervensikan akan terpatri dan
mengkristal pada diri peserta didik.
2)
Pemberian
Keteladanan
Kepala sekolah dan guru pembimbing peserta didik adalah model bagi
peserta didik. Apa saja yang mereka lakukan, banyak yang ditiru dengan serta merta oleh peserta didik..
3)
Habituasi/Pembiasaan
Dalam realitas kehidupan, orang menjadi bisa
karena biasa atau banyak membiasakan.
4)
Mentoring/pendampingan
secara terus menerus
Pendampingan adalah suatu fasilitasi yang diberikan oleh
pendamping kegiatan ekstra kurikuler pramuka terhadap berbagai aktivitas yang dilaksanakan
oleh peserta didik.
5)
Penguatan
Dalam berbagai perspektif psikologi, penguatan yang diberikan oleh
pembimbing ekstrakurikuler pramuka berguna untuk memperkuat perilaku peserta
didik.
6)
Keterlibatan
Berbagai Pihak
Berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler
pramuka adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, guru
pembimbing ekstra kurikuler pramuka, komite sekolah, pengawas sekolah dan orang
tua siswa.
7) Model Aktualisasi
Diikuti oleh seluruh siswa kelas X
sebanyak 750 orang dan dilaksanakan setiap satu minggu satu kali
mulai hari Senin – Jumat dengan seting waktu 2 jam terakhir setiap hari.
Terjadwal, rutin, setiap Program Keahlian di atur dan disesuaikan dengan kondisi
kelasnya.
Terintegrasi dengan Siklus
SPMI dengan merevitalisasi gerakan pramuka perlu dilakukan dengan pedoman mutu agar kegiatan-kegiatan kepramukaan dapat
terselenggara secara lebih berkualitas, menarik minat, dan mewujudkan peserta didik yang berkarakter kuat untuk menjadi calon
pemimpin bangsa dalam berbagai bidang kehidupan. Guna menunjang dan memperkuat
Organisasi, Kebijakan tersebut perencanaan program kegiatan ekstra kurikuler pramuka mutlak diperlukan yang meliputi Program
Kerja, Rencana Kerja Anggaran Kegiatan, Program Tahunan, Program Semester, Silabus Materi Kegiatan Pramuka, Rencana Pelaksanaan Kegiatan; dan Kriteria Penilaian Kegiatan.
Dalam
pelaksanaan suatu kegiatan diawali dengan perencanaan, kemudian pelaksanaan,
dan diakhiri dengan kegiatan
monitoring dan evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut sebagai satu
kesatuan utuh dari sistem manajemen.
Monitoring
dan Evaluasi pelaksanaan program kegiatan ekstra kurikuler pramuka dapat dilakukan saat perencanaan program
dan pelaksanaan program kegiatan.
Laporan mempunyai peranan yang penting pada pelaksanaan progran ekstrakurikuler pramuka karena dalam pelaksanaan kegiatan dimana
hubungan antara penanggung
jawab dan pelaksana kegiatan merupakan bagian dari keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut. Kerja sama di antara penanggung jawab dan pelaksana
kegiatan bisa dibina melalui
komunikasi baik yang berbentuk lisan maupun tulisan (laporan).
Pelaksanaan
Program Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka
di SMK Negeri 1 Denpasar secara integrasi dan berkolaborasi yang maksimal dari Baseline program yang dibuat kemudian penyusunan pemetaan mutu,
program pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu, melaksanakan evaluasi untuk
memperoleh temuan untuk perbaikan, dan
komitmen untuk melaksanakan program tersebut secara berkelanjutan dalam upaya meningkatkan
kualitas serta akhirnya diperoleh mutu baru. Pada Gambar Foto berikut Jenis Kegiatan dilaksanakan GUGUS DEPAN
DENPASAR 04.191-04.192
Gambar
Foto: 3. 01. APEL PERSADA
|
Gambar 1 : Apel Persada
Secara
terpadu dan komitmen Gudep SMK Negeri 1 Denpasar melaksanakan kunjungan ke Panti
Asuhan Darmajati dan Tat Twam Asi.
Gambar Foto 3. 02 dan
3.03 : KUNJUNGAN KE PANTI ASUHAN
DARMAJATI & TAT TWAM ASI
|
Kemudian Tidak luput juga Gudep SMK Negeri 1
Denpasar DA Ambalan Purusa dan Pradana sebagai
Relawan Peduli Bencana Erupsi Gunung Agung. Tujuan untuk
peduli dan empati dengan rasa
toleransi antara manusia.
Gambar Foto3. 04
: RELAWAN PEDULI BENCANA
ERUPSI GUNUNG AGUNG
|
Kegiatan yang secara konsisten
dilakukan sesuai dengan program minimal
setiap tahun sekali “ Peduli Sampah Plastik Malu Dong membuang Sampah Sembarangan” Susur Pantai Padang Galak Sanur” Atas peran serta Gudep SMK Negeri 1
Denpasar dan Komite Sekolah dan masyarakat membersihkan pantai dari Sampah
yang tidak bertuan. Disini sangat diperlukan kesadaran masyarakat terhadap
Pantai dimana Laut tidak tempat membuang sampah melainkan menjaga melestarikan kebersihan laut agar terjadi
ekosistem laut dengan baik serta tidak bosan – bosan untuk melakukan aksi
, seperti gambar foto 3.05.
Gambar
foto 3.05 : Kegiatan Susur Pantai
|
Kegiatan terakhir yang
paling berkesan lagi adalah Pelantikan Bersama
yaitu Pelantikan Pengurus OSIS periode 2019 – 2020, Pengurus PMR dan Pelantikan
Pramuka dilaksanakan di Desa Petang Badung, tujuannya untuk lebih dekat dengan
alam diharapkan dapat membentuk
karakter kreatif, kerja keras, rasa ingin tahu, dan kerja sama. Perhatikan gambar foto 3.06.
Gambar
Foto : 3.06 Kegiatan Pelantikan Bersama
|
B. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Capaian atau Prestasi yang paling
Gemilang dalam Ekstrakurikuler Wajib Kepramukaan Ambalan
Purusha Pradana Gugus Depan Denpasar 04.191-04.192
SMKN 1 Denpasar kurun waktu 9 (sembilan)
tahun terakhir ini dari program atau perencanaan – pelaksanaan - evaluasi, dan
tindaklanjut yang tersistem, tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan.
Capaian ini merupakan hasil kerja keras
dan sinergisitas semua komponen warga sekolah yang sudah memberikan dukungan
moril dan semangat kepada kami peserta Ektrakurikuler
Pramuka dan Pendamping untuk dapat dapat
menginspirasi perilaku peserta didik. Hasil
atau prestasi yang dapat kami capai seperti tabel 3.1
DAFTAR
PRESTASI YANG DIPEROLEH AMBALAN PURUSHA PRADANA GUGUS DEPAN DENPASAR
04.191-04.192 SMKN 1 DENPASAR
|
NO
|
JENIS PRESTASI
|
TAHUN
|
|
1
|
Juara Umum 3 Tri LokaPramuka HUT Kota Denpasar Tahun 2010
|
2010
|
|
2
|
Juara umum 2 Gugus depan tergiat se Kwartir Daerah Bali tahun 2011
|
2011
|
|
3
|
Juara 1 Senam Pramuka Pandu Sakura Cup 2011
|
2011
|
|
4
|
Peserta Raimuna nasional di Papua 2012
|
2012
|
|
5
|
Juara 1 Lomba Esay se Bali di
Universitas Udayana tahun 2012
|
2012
|
|
6
|
Juara 1 Lomba Poster se Bali di Universitas Udayana tahun 2012
|
2012
|
|
7
|
Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota Denpasar tahun 2013
|
2013
|
|
8
|
Juara 1 Lomba Gerak Jalan Pramuka penegak se- Kota Denpasar 2013
|
2013
|
|
9
|
Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota Denpasar tahun 2014
|
2014
|
|
10
|
Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota Denpasar tahun 2015
|
2015
|
|
11
|
Peserta pelayaran lingkar nusantara nasional 2015
|
2015
|
|
12
|
Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota Denpasar tahun 2016
|
2016
|
|
13
|
Juara 1 Cuck Glider Pertisaka Dirgantara tahun 2016
|
2016
|
|
14
|
Juara 2 lomba Cerdas Tangkas Pertisaka dirgantara 2016
|
2016
|
|
15
|
Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota Denpasar tahun 2017
|
2017
|
|
16
|
Peserta Raimuna Nasional di Cibubur Jakarta Tahun 2017
|
2017
|
|
17
|
Juara 1 lomba lampion tingkat penegak se-kota Denpasar tahun 2018
|
2018
|
|
18
|
Juara 3 lomba gerak jalan hari pramuka tingkat Cabang Denpasar 2018
|
2018
|
|
19
|
Juara 3 Pionering Menara Pandang Pandu Trisma Cup Tahun 2018
|
2018
|
|
20
|
Juara 1 senam di Lokabhara I Tahun 2018
|
2018
|
|
21
|
Juara 2 miniatur menara pandang di Lokabhara I Tahun 2018
|
2018
|
|
22
|
Juara 1 LKBB di Lokabhara I
Tahun 2018
|
2018
|
|
23
|
Karang Pamitran Nasional di Lebak Harjo JawaTimur tahun 2018
|
2018
|
|
24
|
Juara umum Lokabhara I Tahun 2018
|
2018
|
|
25
|
Juara 2 Desain grafis di Pandu Sakura Cup Tahun 2018
|
2018
|
|
26
|
Juara 1 Pionering menara pandang
di PanduTrisma Cup Tahun 2019
|
2019
|
|
27
|
Juara Harapan 2 Lomba cerdas cermat
di Pandu Trisma Cup Tahun 2019
|
2019
|
|
28
|
Juara 3 LCC di Lokabara Badung 2019
|
2019
|
|
29
|
Juara 1 miniatur menara pandang
di lokabara V BadungTahun 2019
|
2019
|
Tabel 3.1 Hasil Capaian Prestasi Ekstrakurikuler
Pramuka Gudep 04.191-04.192 SMKN 1 Denpasar
Diagram Capaian
Prestasi Capaian Prestasi Ekstrakurikuler
Pramuka Gudep 04.191-04.192 SMKN 1
Denpasar
Berdasarkan diagram
diatas dapat dipaparkan bahwa capaian prestasi ekstrakurikuler pramuka kurun
waktu 9 tahun terakhir sebagai berikut
dengan jumlah mengikuti kejuaraan / lomba
29 kali dengan capaian Juara Umum
sebanyak 3 kali (10,35
%), Juara 1 sebanyak 15 kali (
51,72 %), juara
2 sebanyak 3 kali (10,35 %),
Juara 3 sebanyak 3 kali (10,35 %), Juara Harapan sebanyak 1 kali ( 3,45 %), dan sebagai
Peserta 4 kali (13,78 %).
Hal ini menunjukkan bahwa kerjasama tim dan pembelajaran
pendidikan kepramukaan di SMK Negeri 1 Denpasar berlangsung dengan efektif.
Strategi Pendekatan
sikap mental yang merupakan
internalisasi nilai – nilai karakter dikembangkan oleh lembaga sebagai wadah
untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapi oleh peserta didik dalam mempertahanankan prestasi kepramukaan agar
tertanam fundamen yang kuat dan berakses
luas untuk mencapai tujuan kemandirian salah satu pengembangan karakter (PPK) serta
mampu beradaptasi di SMK Negeri 1 Denpasar sebagai berikut : 1) Tidak henti –
hentinya dilakukan intervensi oleh Pembimbing
ekstrakurikuler pramuka terhadap peserta didik sehingga terpatri dan mengkristal nilai –
nilai karakter positif ; 2) Guru Pembimbing
sebagai Model bagi peserta didik
sehingga peserta didik dapat mencontoh atau meniru berbagai karakter positif ; 3)
Melakukan pembiasaan – pembiasaan realitas dalam kehidupan, orang menjadi bisa
karena biasa dengan memadukan hard skill dan softskill ; 4) Senantiasa dilakukan pendampingan / Mentoring bertujuan memfasilitasi dalam bergiatan
terhadap berbagai aktivitas yang dilakukan oleh peserta didik agar karakter yang sudah disemaikan,
dicangkokkan, diintervensikan tetap dapat dikawal dan diimplementasikan dengan
baik ; 5) Dilakukan penguatan perilaku peserta didik; 6) Pola Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib
yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali diatur dengan baik, apik, dan
efektif karena telah melaksanakan
pembelajaran 5 hari kerja (full day).7) Keterlibatan
berbagai pihak sangat berperan dalam kegiatan
ekstrakurikuler pramuka seperti Staf manajemen, guru pembimbing ekstra kurikuler pramuka,
komite sekolah, pengawas sekolah dan orang tua siswa secara masif.
Tindak lanjut hasil monitoring
dan evaluasi sebagai temuan perbaikan dapat dilakukan secara holistik mengidentifikasi hasil laporan kegiatan kepramukaan
merupakan proses yang
berkelanjutan (continual improvement) sehingga
menghasilkan SDM berdaya guna dan tepat sasaran sesuai dengan Implementasi Mutu Proses Dan
Hasil SPMI Untuk Meningkatkan Motivasi
Habituasi Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakuriuler Pramuka Di SMK Negeri 1
Denpasar” untuk menjalin rasa kebersamaan dan keteguhan hati.
BAB V
SIMPULAN DAN
REKOMENDASI
A.Simpulan
1. Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan untuk
menginternalisasikan nilai ketuhanan (religius), kebudayaan, kepemimpinan,
kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik sehingga mutu lulusan mimiliki kecerdasan
softskill dan hardskill yang meningkat bagian sikap pengembangan karakter;
2. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka sangat
memegang peran penting yakni kepala
sekolah, wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, guru pembimbing ekstra
kurikuler pramuka, komite sekolah,
pengawas sekolah dan orang tua siswa sekaligus
sebagai kepengawasan suatu kegiatan;
3. Sinergisitas sangat diperlukan untuk membentuk watak atau
tabiat budaya mutu yang sesuai dengan misi sekolah dan sedini mungkin terus ditanamkan semangat
kebangsaan, meningkatkan keterampilan generasi muda, melatih fisik dan mental,
serta menumbuhkan jiwa dan semangat sosial pada peserta didik di SMK Negeri 1
Denpasar sangat perlu diberikan
pendidikan kepramukaan.
B.Rekomendasi
Berdasarkan perencanaan, pelaksanaan program pemenuhan
mutu, evaluasi dan tindak lanjut untuk tahun yang akan datang secara
berkesinambungan serta komitmen sesuai dengan peraturan yang berlaku
mengahasilkan insan – insan yang terampil dan berkarakter, sehingga di
rekomendasikan Ekstrakurikuler Pendidikan
Kepramukaan di Gudep 04.191-04.192 SMK
Negeri 1 Denpasar sebagai Best Practice SPMI dapat ditindak lanjuti . Semoga
bermanfaat demi masa depan Bangsa dan Negara Republik Indonesia dan NKRI harga
mati yang patut diperjuangkan.
Daftar Pustaka
Kwartir Nasional.2010.SK Nomor 177 Tahun 2010
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Organisasi Dan Tata Kerja Pusat
Pendidikan Dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional.
------------------------------SK Nomor 178 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan
Organisasi Dan Tata Kerja Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Gerakan Pramuka
Tingkat Daerah.
-------------------------------SK Nomor 179 Tahun 2010 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan
Organisasi Dan Tata Kerja Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Gerakan Pramuka
Tingkat Cabang.
Permendikbud.
2013. Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republic Indonesia Nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.
Permendikbud . 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan
Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.