Sabtu, 19 Februari 2022

 

MEMBANGUN KOMITMEN BERSAMA DAN KESADARAN DIRI  DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU LULUSAN  SMK NEGERI 1 PETANG

Oleh:  I Wayan Mustika, S.Pd.,M.Pd

Kepala SMK Negeri 1 Petang

 

A.      Pendahuluan

  Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Misi Pendidikan nasional adalah mewujudkan sistem dan iklim serta ekosistem pendidikan nasional yang demokratis dan berkualitas untuk membentuk akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Capaian Peningkatan Mutu Pendidikan  sekolah ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam memberdayakan staf pengajar dan anggota komunitasnya secara keseluruhan. Tujuan penulisan  ini untuk mengetahui tentang langkah-langkah yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru menuju pembelajaran abad 21 serta kendala-kendalanya dalam meningkatkan mutu lulusan.   Penulisan ini menggunakan teknik analisa data, yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan. Hasilnya terhadap kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru   dan mutu lulusan berkualitas.  Seraya potensi alam disekitar sekolah sangat mendukung pengembangan bidang pertanian dalam berinovasi dan berkreativitas .

B.    Visi yang selama ini dipakai saat memimpin sebagai kepala sekolah

 

Sesuai Visi SMK Negeri 1 Petang adalah mencetak tenaga kerja tingkat menengah di bidang keahlian agribisnis dan agroteknologi yang kompetitif, inovatif dan entrepreneurship berbasis pariwisata  berlandaskan Tri Hita Karana menuju keterampilan abad-21. Visi ini sangat mulia yaitu  memuliakan alam semesta  beserta isinya dari hulu ke  hilir yang holistik secara  utuh dan komprehensif seiring perkembangan teknologi  komunikasi dan informatika.  sehingga wajib menyiapkan generasi muda yang mampu menangkap peluang sekaligus menghadapi tantangan. Kerja keras Kepala Sekolah mewujudkan visi ini tidak mudah seperti menengadahkan telapak tangan. Dari segi mutu lulusan yakni menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang keahlian Agribisnis dan Agroteknologi minimal memiliki kemampuan antara lain : (1)  Critical Thinking (berpikir kritis), (2) Collaboration (kemampuan bekerja sama dengan baik), (3) Communication (kemampuan berkomunikasi), dan (4) Creativity (kreatifitas). Sedangkan salah satu misi SMK Negeri 1 Petang   adalah meningkatkan kuantitas lulusan untuk berwirausaha dan mampu bersaing global.

 

C.  Prinsip dan Kerangka Berpikir  yang dimiliki saat dihadapkan dengan tantangan berat

Kerangka berpikir dan prinsip saat dihadapkan dengan tantangan berat adalah   bermula dari hasil analisis evaluasi diri SMK Negeri 1 Petang   selama setahun terakhir masih berada dibawah Standar Nasional Pendidikan (SNP).  Hasil EDS tersebut akan dipakai acuan untuk menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS).    Meskipun RKS telah tersusun, akan tetapi tidak digunakan secara optimal untuk memperbaiki mutu pendidikan, bahkan belum optimal dilakukan  evaluasi dan monitoring atas pelaksanaan perbaikan mutu yang telah dilaksanakan secara sistematis   secara berkelanjutan. Hal ini menjadi prinsip dan tantangan berat dalam pengembangan kepemimpinan kepala sekolah.

Tahap awal yang akan dilakukan Kepala SMK Negeri 1 Petang menganalisis bagaimana sistem penjaminan mutu internal sekolah dibangun dengan komitmen bersama dalam kesadaran diri dan efektifitasnya bagi peningkatan mutu yang telah dilakukan.  Data awal (input)  sebagai    sumber data tersebut secara kongkrit menunjukkan capaian kesesuaian implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (PMPS) di SMK Negeri 1 Petang   belum optimal. Hal ini disebabkan ada beberapa faktor antara lain : (1)  ketertarikan lulusan SMP  melanjutkan SMK  bidang  pertanian masih relatif rendah ; (2) Image sebagian masyarakat petani adalah kotor, jorok, kumuh; (3) Lulusan SMK  pertanian kembali menjadi petani kelen tidak merubah taraf kehidupan ekonominya; (5) Masih sulitnya pemasaran hasil produksi pertanian. Hal ini merupakan tantangan luar biasa bagi kepemimpinan kepala sekolah, namun berbekal dari pikiran yang positif dan penuh keyakinan niscaya sesuatu perubahan minset dapat tercipta dan berkolaborasi kuat dengan lingkungan disekitar sekolah.

Dengan menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi yang terpercaya dan valid mengenai hasil kebijakan secara formal disosilisasikan sebagai tujuan program kebijakan.   Hasil analisis akan menjadi masukan bagi pengembangan model penjaminan mutu internal dengan menggunakan konsep dan prinsip langkah-langkah      dengan menggunakan  analisis  Model Interaktif   dari  Miles dan Huberrman.

Mutu lulusan SMK memiliki  standar lulusan  diharapkan kompeten dibidang keahlian agribisnis dan agroteknologi  dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yakni lulusan SMK Negeri 1  Petang  yaitu BMW  (bekerja, melanjutkan, wirausaha)  memiliki  softskill dan hardskill yang seimbang paling  utama adalah sikap karakter,       dimana kurikulum  disusun bersama DUDI  dan siswa memiliki kompetensi lulusan yaitu  aku bisa apa, aku mampu apa, bukan ini ijazahku tolong diterima di DUDIKA.     

D.    Pengalaman Pribadi Tantangan Dalam Menjalin Hubungan Dengan DUDIKA

Pengalaman pribadi berupa tantangan, tetap menjaga dan merawat komitmen bersama  keluarga besar SMK Negeri 1 Petang sudah melaksanakan  program  link and match  dengan DUDIKA sejak tahun 2019 yaitu  program unggulan ATPH yaitu lemon california dan program unggulan APHP Roti yang terlibat semua warga sekolah. Kerjasama SEAMEO BIOTROP dan DUDI (plagro.id, sayur box, Petani Muda Keren ( PMK) DUDIKA sedangkan Kompetensi Keahlian  APHP yaitu DUDI  CV Pelangi. Pengelolaan seluruhnya  disekolah yaitu pada unit produksi dan jasa (UPJ)  dan technopark SMK Negeri 1 Petang.  


 

 

Tantangan yang dihadapi sekolah antara lain : (1) Kurangnya ruangan seperti ruang packing house, ruang bengkel alat pertanian, ruang untuk pabrik roti yang standar industri agar bisa memperoleh PIRT dan BPOM ; (2) Kekurangan lahan untuk pengembangan perluasan tanam lemon california, (3) Kekurangan bangunan kompos di lahan (rumah kompos) sebagai pendukung sarana produksi lemon california.

E.  Strategi Aksi Pengembangan   SMK Negeri 1 Petang

Strategi Kepala  SMK Negeri 1 Petang  sesuai dengan visi dan misi antara lain : (1) melakukan perubahan mindset masyarakat tentang pertanian; (2)  membentuk komunitas petani muda milenial berwawasan lingkungan; (3)  menjaga ketahanan kedaulatan pangan dan peduli dengan pertanian; (4)  melakukan koordinasi efektif dengan steakholder ( Kemendikbud dan Kementan);  (5) meningkatkan  hubungan kerjasama  dengan DUDIKA ;    (6) pembangunan kebun  buah unggulan secara intensif dan produk turunannya sebagai teaching factory / industry ; (7) menanamkan jiwa kewirausahaan generasi muda kren ; (8)  pelatihan teknik-teknik pemasaran modern melalui pelatihan e-marketing barang dan jasa.

Dampak aksi komitmen, kesadaran diri, kemandirian dan berkelanjutan dan harapan kedepan secara berkelanjutan hasil produksi pertanian memberikan layanan kepada masyarakat luas secara terintegrasi. Dampak terhadap evaluasi implementasi penjaminan mutu pendidikan sekolah di SMK Negeri 1 Petang  sebagai berikut:  (1) Proses  pembelajaran berlangsung sesuai dengan standar; (2) Pengelolaan Manajemen Sekolah sesuai dengan standar;   (3)  Mutu hasil belajar meningkat ; (4) Komitmen, kesadaran diri, kemandirian dan berkelanjutan; (5) Sekolah berbudaya mutu. Harapan besar dukungan dari Disdikpora Provinsi Bali antara lain : (1) Agar dibantu bangunan, karena lahan SMKN 1 Petang sempit, diperlukan kebijakan bangunan bertingkat untuk memaksimalkan ruangan;  (2) Dukungan program pemasaran produk dari teaching factory, berkesempatan melaksanakan pameran di Dinas Dinas Prov. Bali; (3) Dinas terkait dapat mengakomodir produk SMK di dalam satu  sistem market place milik Pemerintah.      Suksesi dan progresivisme  kualitas lulusan dalam 2 - 5 tahun kedepan dimana lulusan SMP berduyun – duyun tak bisa dibendung  bersekolah ke SMK bidang keahlian Agribisnis dan Agroteknologi. Wajib SMK memiliki standar yang baik mampu menyiapkan tenaga terampil, tangguh, mampu bersaing global.   Kepala Sekolah memiliki sentuhan jiwa   yang kuat dan  penuh keberanian mencari jodoh – jodoh  industri sektor pendidikan pertanian sehingga SMK pertanian semakin kuat, menguatkan Indonesia.

 

Profil Penulis

Penulis bernama I Wayan Mustika, S.Pd.,M.Pd  akrab disapa Yanmus Lahir di Badung, 25 Oktober 1966 dari pasangan  I Nyoman Meregan dan Ni Nyoman Gina. Saat ini Penulis berstatus sebagai Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Penulis memiliki motto "Tulislah  apa yang anda dilakukan dan Lakukan apa yang anda tulis ".

Penulis bisa dihubungi di:

Email : yanmustika66@gmail.com

Facebook: https://www.facebook.com/i.mustika.58

Instagram:   yanmustika66

HP/WA: 087851818959

Tidak ada komentar:

Posting Komentar