MEMBANGUN
KOMITMEN BERSAMA DAN KESADARAN DIRI DALAM
UPAYA MENINGKATKAN MUTU LULUSAN SMK
NEGERI 1 PETANG
Oleh: I Wayan Mustika,
S.Pd.,M.Pd
Kepala
SMK Negeri 1 Petang
A. Pendahuluan
Berdasarkan
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menegaskan bahwa
pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab. Misi Pendidikan nasional adalah mewujudkan sistem dan
iklim serta ekosistem pendidikan nasional yang demokratis dan berkualitas untuk
membentuk akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas,
sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
Capaian Peningkatan Mutu Pendidikan
sekolah ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam memberdayakan staf
pengajar dan anggota komunitasnya secara keseluruhan. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui tentang langkah-langkah
yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru menuju
pembelajaran abad 21 serta kendala-kendalanya dalam meningkatkan mutu lulusan. Penulisan
ini menggunakan teknik analisa data, yang terdiri dari tahap pengumpulan data,
reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan. Hasilnya terhadap
kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru dan
mutu lulusan berkualitas. Seraya potensi
alam disekitar sekolah sangat mendukung pengembangan bidang pertanian dalam berinovasi
dan berkreativitas .
B.
Visi
yang selama ini dipakai saat memimpin sebagai kepala sekolah
Sesuai Visi SMK Negeri 1 Petang adalah mencetak
tenaga kerja tingkat menengah di bidang keahlian agribisnis dan
agroteknologi yang kompetitif, inovatif dan entrepreneurship
berbasis pariwisata berlandaskan Tri
Hita Karana menuju keterampilan abad-21. Visi ini sangat mulia yaitu memuliakan alam semesta beserta isinya dari hulu ke hilir yang holistik secara utuh dan komprehensif seiring perkembangan teknologi komunikasi dan informatika. sehingga wajib menyiapkan generasi muda yang
mampu menangkap peluang sekaligus menghadapi tantangan. Kerja keras Kepala
Sekolah mewujudkan visi ini tidak mudah seperti menengadahkan telapak tangan.
Dari segi mutu lulusan yakni menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang
keahlian Agribisnis dan Agroteknologi minimal memiliki kemampuan antara
lain : (1) Critical Thinking
(berpikir kritis), (2) Collaboration (kemampuan bekerja sama dengan
baik), (3) Communication (kemampuan berkomunikasi), dan (4) Creativity
(kreatifitas). Sedangkan salah satu misi
SMK Negeri 1 Petang adalah meningkatkan kuantitas lulusan untuk
berwirausaha dan mampu bersaing global.
C. Prinsip dan Kerangka Berpikir yang dimiliki saat dihadapkan dengan
tantangan berat
Kerangka
berpikir dan prinsip saat dihadapkan dengan tantangan berat adalah bermula dari hasil analisis evaluasi diri SMK
Negeri 1 Petang selama setahun terakhir
masih berada dibawah Standar Nasional Pendidikan (SNP). Hasil EDS tersebut akan dipakai acuan untuk
menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS). Meskipun
RKS telah tersusun, akan tetapi tidak digunakan secara optimal untuk
memperbaiki mutu pendidikan, bahkan belum optimal dilakukan evaluasi dan monitoring atas pelaksanaan
perbaikan mutu yang telah dilaksanakan secara sistematis secara
berkelanjutan. Hal ini menjadi prinsip dan tantangan berat dalam pengembangan
kepemimpinan kepala sekolah.
Tahap
awal yang akan dilakukan Kepala SMK Negeri 1 Petang menganalisis bagaimana
sistem penjaminan mutu internal sekolah dibangun dengan komitmen bersama dalam kesadaran
diri dan efektifitasnya bagi peningkatan mutu yang telah dilakukan. Data awal (input) sebagai sumber
data tersebut secara kongkrit menunjukkan capaian kesesuaian implementasi Penjaminan
Mutu Pendidikan Sekolah (PMPS) di SMK Negeri 1 Petang belum
optimal. Hal ini disebabkan ada beberapa faktor antara lain : (1) ketertarikan
lulusan SMP melanjutkan SMK bidang pertanian masih relatif rendah ; (2)
Image sebagian masyarakat petani adalah kotor, jorok,
kumuh; (3)
Lulusan SMK
pertanian kembali
menjadi petani kelen tidak merubah taraf kehidupan ekonominya;
(5) Masih sulitnya pemasaran hasil
produksi pertanian. Hal ini
merupakan tantangan luar biasa bagi kepemimpinan kepala sekolah, namun berbekal
dari pikiran yang positif dan penuh keyakinan niscaya sesuatu perubahan minset
dapat tercipta dan berkolaborasi kuat dengan lingkungan disekitar sekolah.
Dengan menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan
informasi yang terpercaya dan valid mengenai hasil kebijakan secara formal disosilisasikan
sebagai tujuan program kebijakan. Hasil
analisis akan menjadi masukan bagi pengembangan model penjaminan mutu internal
dengan menggunakan konsep dan prinsip langkah-langkah dengan menggunakan analisis
Model Interaktif dari Miles dan Huberrman.
Mutu lulusan SMK memiliki standar lulusan diharapkan kompeten dibidang keahlian
agribisnis dan agroteknologi dalam
kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yakni lulusan SMK Negeri 1 Petang yaitu
BMW (bekerja, melanjutkan, wirausaha) memiliki
softskill dan hardskill yang seimbang paling utama adalah sikap karakter, dimana
kurikulum disusun bersama DUDI dan siswa memiliki kompetensi lulusan yaitu aku
bisa apa, aku mampu apa, bukan ini ijazahku tolong diterima di DUDIKA.
D. Pengalaman
Pribadi Tantangan Dalam Menjalin Hubungan Dengan DUDIKA
Pengalaman
pribadi berupa tantangan, tetap menjaga dan merawat komitmen bersama keluarga besar SMK Negeri 1 Petang sudah
melaksanakan program link and match dengan DUDIKA sejak tahun 2019 yaitu program unggulan ATPH yaitu lemon california
dan program unggulan APHP Roti yang terlibat semua warga sekolah. Kerjasama SEAMEO
BIOTROP dan DUDI (plagro.id, sayur box, Petani Muda Keren ( PMK) DUDIKA
sedangkan Kompetensi Keahlian APHP yaitu
DUDI CV Pelangi. Pengelolaan seluruhnya disekolah yaitu pada unit produksi dan jasa
(UPJ) dan technopark SMK Negeri 1
Petang.
Tantangan
yang dihadapi sekolah antara lain : (1) Kurangnya ruangan seperti ruang packing
house, ruang bengkel alat pertanian, ruang untuk pabrik roti yang standar
industri agar bisa memperoleh PIRT dan BPOM ; (2) Kekurangan lahan untuk
pengembangan perluasan tanam lemon california, (3) Kekurangan bangunan kompos
di lahan (rumah kompos) sebagai pendukung sarana produksi lemon california.
E.
Strategi Aksi Pengembangan SMK Negeri 1 Petang
Strategi Kepala SMK Negeri 1 Petang sesuai dengan visi dan misi antara lain : (1)
melakukan perubahan mindset
masyarakat tentang pertanian; (2) membentuk
komunitas petani muda milenial berwawasan lingkungan; (3) menjaga ketahanan kedaulatan pangan dan peduli
dengan pertanian; (4) melakukan koordinasi efektif
dengan steakholder ( Kemendikbud dan Kementan); (5) meningkatkan
hubungan kerjasama dengan DUDIKA
; (6) pembangunan kebun
buah unggulan secara intensif dan produk turunannya sebagai teaching
factory / industry ; (7) menanamkan jiwa kewirausahaan generasi muda kren ; (8) pelatihan
teknik-teknik pemasaran modern melalui pelatihan e-marketing barang dan
jasa.
Dampak
aksi komitmen, kesadaran diri, kemandirian dan berkelanjutan dan harapan
kedepan secara berkelanjutan hasil produksi pertanian memberikan layanan kepada
masyarakat luas secara terintegrasi. Dampak terhadap evaluasi implementasi penjaminan
mutu pendidikan sekolah di SMK Negeri 1 Petang
sebagai berikut: (1) Proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan
standar; (2) Pengelolaan Manajemen Sekolah sesuai dengan standar; (3)
Mutu hasil belajar meningkat ; (4) Komitmen, kesadaran diri, kemandirian
dan berkelanjutan; (5) Sekolah berbudaya mutu. Harapan besar dukungan dari Disdikpora
Provinsi Bali antara lain : (1) Agar dibantu bangunan, karena lahan SMKN 1 Petang
sempit, diperlukan kebijakan bangunan bertingkat untuk memaksimalkan ruangan; (2) Dukungan program pemasaran produk dari teaching
factory, berkesempatan melaksanakan pameran di Dinas Dinas Prov. Bali; (3) Dinas
terkait dapat mengakomodir produk SMK di dalam satu sistem market place milik Pemerintah. Suksesi dan progresivisme kualitas lulusan dalam 2 - 5 tahun kedepan dimana
lulusan SMP berduyun – duyun tak bisa dibendung bersekolah ke SMK bidang keahlian Agribisnis
dan Agroteknologi. Wajib SMK memiliki standar yang baik mampu menyiapkan tenaga
terampil, tangguh, mampu bersaing global. Kepala
Sekolah memiliki sentuhan jiwa yang kuat dan
penuh keberanian mencari jodoh – jodoh
industri sektor pendidikan pertanian sehingga SMK pertanian semakin
kuat, menguatkan Indonesia.
Profil Penulis
Penulis bernama I Wayan Mustika,
S.Pd.,M.Pd akrab disapa Yanmus Lahir di Badung, 25 Oktober 1966 dari pasangan I
Nyoman Meregan dan Ni
Nyoman Gina. Saat ini Penulis
berstatus sebagai Kepala Sekolah di SMK Negeri 1 Petang, Kabupaten Badung,
Provinsi Bali. Penulis memiliki motto "Tulislah apa yang anda dilakukan dan Lakukan apa yang anda
tulis ".
Penulis bisa dihubungi di:
Email : yanmustika66@gmail.com
Facebook: https://www.facebook.com/i.mustika.58
Instagram: yanmustika66
HP/WA: 087851818959
Tidak ada komentar:
Posting Komentar